Tingkatan Masalah dalam Penelitian

Daftar Isi
Setelah pada kesempatan yang lalu telah kita bahas bersama mengenai awal mula sebuah penelitian dilakukan yaitu dimulai dengan ditemukannya sebuah problem / masalah yang teridentifikasi dari berbagai sumber masalah, bagi yang belum mengetahui dapat melihatnya di "Sumber Masalah dalam Penelitian".

Pada kesempatan ini kita akan membahas apa saja tingkatan masalah dalam sebuah penelitian yang disajikan beserta contoh-contohnya.  Dan tanpa banyak kata dan panjang lebar alangkah baiknya kita lihat langsung pada uraian berikut ini.

Tingkatan Masalah
(sumber : betalabs.nokia.com)

TINGKATAN MASALAH DALAM PENELITIAN

Problemnya diketahui tapi tidak ada informasi tentang problem tersebut. 
Dalam tingkatan ini, research dilakukan untuk memberi deskripsi yang lebih jelas tentang problem yang dimaksud dan mencoba mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menjadi penyebab problem tersebut.
Contohnya :
Pada suatu hari, atap beton yang menutupi sebuah kolam renang runtuh secara tiba-tiba. Sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda adanya kerusakan pada beton.  Penelusuran tentang desain beton mapun proses konstruksinya tidak ditemukan penyimpangan. Kejadian janggal ini memberi kesempatan pada peneliti untuk menginvestigasi kemungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebabnya.

Problemnya diketahui, tetapi masih sedikit informasi tentang faktor yang menjadi penyebab problem tersebut.
Pada tingkatan ini, penelitian dilakukan untuk menambahkan informasi tentang faktor-faktor tersebut.
Contohnya :
Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa penggunaan rapid cement menjadi penyebab runtuhnya beton secara tiba-tiba tersebut. Penemuan ini menantang peneliti untuk meneliti secara luas semua aspek dari penggunaan rapid cement tersebut yang memberi kontribusi terjadinya degradasi beton.

Problemnya diketahui dan sudah ada informasi yang bisa dipakai untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi faktor penyebabnya.
Pada tingkatan ini research dilakukan untuk mengkuantifikasi faktor-faktor tersebut dalam hubungannya dengan problem yang diteliti.
Contohnya :
Sudah umum dipahami bahwa jumlah pedagang kaki lima, jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, serta jumlah halte berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas. Penelitian dilakukan untuk mengukur kontribusi dan memberi rating masing-masing faktor tersebut terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Problemnya sudah diketahui, demikian juga kuantifikasi dari faktor-faktor penyebabnya. Namun demikian interaksi antar faktor-faktor tersebut belum dipetakan ataupun belum terkuantifikasi.
Contohnya :
Dari informasi diberbagai literatur diperoleh gambaran tentang retak yang diakibatkan oleh susut beton yang tertahan (restrained shrinkage) dipengaruhi oleh besarnya susut beton itu sendiri, rangkak pada beton, modulus elatisitas beton serta kuat tarik beton. Diperoleh pula informasi yang cukup tentang masing-masing faktor itu, yang telah terkuantifikasi dengan baik. Sekarang penelitian dilakukan karena dibutuhkan model untuk menghubungkan semua faktor-faktor itu dan dapat dipakai untuk memprediksi retak beton.

Problemnya diketahui secara lengkap, penelitian dilakukan untuk menjawab adanya kasus.
Contohnya :
Sudah ada informasi cukup tentang proses degradasi beton akibat terbakar, serta pengetahuan yang memadai tentang structural integrity. Pada waktu sebuah gedung terbakar, penelitian untuk menentukan kelayakan struktur dilakukan dengan mengidentifikasi degradasi beton maupun mengetes strukturnya. Data-data ini dibandingkan dengan informasi-informasi lengkap yang sudah diketahui untuk menentukan kelayakan struktur pasca bakar / kebakaran.



SUMBER REFERENSI :
Kusno AS. ST, PhD dalam Bahan Ajar Mata Kuliah Metode Penelitian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Posting Komentar